Diam
itu adalah emas, diam adalah ibadah yang tanpa bersusah payah, diam
adalah perhiasan bibir tanpa berhias dengan pemerah, diam adalah
kehebatan tanpa kerajaan, benteng tanpa pagar, kekayaan tanpa meminta
kepada orang, istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal, penutup
segala aib.
“Orang yg paling saya cintai di antara kalian dan paling dekat
denganku adalah orang yg baik akhlaknya, dan orang yg paling saya benci
di antara kalian dan paling jauh denganku adalah orang yg jelek
akhlaknya, yaitu orang yg banyak bicara, orang yg menghina orang lain dg
perkataannya dan orang yg sombong.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abi ad-Dunya)
Ketika mengkritik, keseimbangan antara bicara dan diam adalah kuncinya,
kita harus tahu kapan bicara dan kapan harus diam. keseimbangan ini
hanya kita yang tahu. Coba renungkan …Jika saat ini kita terlalu diam
dan kurang bisa bicara, maka belajarlah untuk bicara tanpa menyakiti
!namun bila kita sudah terlalu banyak bicara , maka sebaiknya diam.!
Segera berubahlah menuju titik keseimbangan dalam diam dan bicara. Perbanyak pula keheningan, agar
dapatkan kejernihan berpikir, kejernihan dalam mengambil keputusan.
Kata kata yang menyakitkan akan membuat orang orang yang kita cintai
pergi meninggalkan kita.
Diam itu Emas, namun Bicara baik dan benar itu Berlian. Inilah ungkapan
yang sangat tepat untuk alat bicara kita, kita memiliki sesuatu yang
baik dan benar..? Silahkan bicara. Jika tidak, sangat bagus jika anda
diam. ALLAH menciptakan hanya satu mulut, sedangkan mata dan telinga
masing-masing dua. Orang bijak mengatakan, agar kita lebih banyak
melihat dan mendengar dibanding berbicara.
Kita sebagai manusia memang telah diberikan banyak sekali nikmat oleh
ALLAH, termasuk nikmat dapat berbicara. Akan tetapi…. banyak yang salah
menggunakan nikmat ini. Mereka tak mengerti bahwa mulut yang telah
dikaruniakan oleh-Nya seharusnya dapat dijaga dengan baik dan digunakan
hanya untuk kebaikan
Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran,
sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan. Islam sangat
menjaga agar seorang muslim
berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan
dalam setiap kondisi. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan,
karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan
atau yang makruh.
Kebanyakan hal-hal yang dapat memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab :
“Mulut dan kemaluan!”. (H.R. Tirmidzi)
“Dari Abi Musa r.a, dia telah berkata : “Aku pernah bertanya
kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, muslim manakah yang lebih utama?”
Jawab Rasulullah : “Orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan
dan tangannya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
“Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya”. (H.R. Athbrani dan Al-Baihaqi)
Seringkali, diam bisa menjadi senjata terbaik dari sekian senjata yang
kita miliki. Salah satu ironi yang menarik dalam hidup adalah diam. Diam
dapat membantu kita menjadi terpusat, tenang, introspektif, dan bahkan
bijaksana. Dan diam sering dapat menyampaikan maksud kita dengan jauh
lebih efektif daripada argument yang paling persuasif sekalipun.
Pikirkanlah betapa pentingnya diam untuk mempelajari sesuatu. Ketika
kita bicara, sulit untuk mempelajari lebih banyak hal daripada apa yang
telah kita ketahui. Tapi ketika dengan diam mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, seluruh isi
dunia ini terbuka bagi kita. Kita dapat mulai mengerti segala sesuatu
dari sudut pandang orang lain, dan kita dapat mempunyai akses terhadap
apa yang menurut pendapatnya tidak kita ketahui. Mendengarkan dengan
diam merupakan kunci untuk memasuki pengalaman hidup yang lebih
bermakna, lebih berpengetahuan dan empatif.
“Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya” (HR.Ibnu Hiban)
Subhanallah, indahnya diam
Ya Allah…
kabulkan doa saya dalam diam ini…
Allahumma inni asaluka salamatan fiddin, wa afiatan fil jasad, wa
ziyaadatan fil ilmi, wa barokatan firizqi, wataubatan qoblal maut,
warahmatan indal maut, wamaghfiratan ba’dal maut, Allahumma hawin alaina
fi sakaratul maut, wanajatan minannaar wal afwa minal hisab…
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "SILENCE IS GOLDEN....."
Posting Komentar